Soal Tuduhan Suap Final Aff “ Silahkan Cek Rekening Pribadi Saya ” Hamka Hamzah

Soal Tuduhan Suap Final Aff “ Silahkan Cek Rekening Pribadi Saya ” Hamka Hamzah

Desember 21, 2018 0 By admin

Hamka Hamzah turut bersuara berkaitan tuduhan suap yang menerpa pemain Tim nasional Indonesia di final Piala AFF 2010. Rumor suap itu kembali dijadikan acara Mata Najwa, Rabu (19/12/2018) petang.

Sesudah acara itu, publik ramai-ramai mencela pemain. Tiga nama yang disorot ialah Maman Abdurrahman, Markus Horison, serta Firman Utina. Nama Maman dimaksud oleh Andi Darussalam Tabusalla dalam acara Mata Najwa.

Akan tetapi, pada Kamis (20/12/2018), Andi memberi klarifikasi jika pengakuan ia tidak menuduh Maman ikut serta dalam suap, tetapi blunder dengan tehnis.

Hamka terasa terganggu dengan pendapat yang berkembang karena kabar berita serta akun-akun sosial media. Dia bahkan juga telah menghimpun beberapa account yang menurutnya sebarkan fitnah.

” Silahkan beropini tetapi mesti ada bukti, sampai harta saya habis saya akan kejar, ” tuturnya.

Hamka mengakui berani jika rekening pribadinya diselidiki, untuk membuka pendapat suap itu. “Silahkan cek rekening saya semenjak 2010 sampai saat ini. Jika ada bukti, silahkan,” kata Hamka pada wartawan Bola.com, selesai jumpa wartawan yang difasilitasi APPI, Kamis (20/12/2018) di Sabang, Jakarta Pusat.

Hamka ikut menuturkan perihal tehnis yang membuat Indonesia kalah 0-3 dari Malaysia pada leg pertama di Bukit Jalil nasional stadium, 29 Desember 2010.

“Sebelum pemanasan, saya serta Maman melalukan long pass, saya katakan ke ia, sini berhati-hati ada gumpalan pasir, saya injak, ini Man, nyatanya masuk sampai ke sendi. Menjadi pemain belakang, mata saya bermain semua, jadi yang kalian mempersalahkan video itu, serta kalian tidak miliki bukti, tuntas,” katanya.

Hamka menjelaskan bahwa padasaat final Piala AFF tahun 2010, pemain Indonesia begitu percaya diri. Konsentrasi mereka buyar sesudah pertandingan berhenti sebab ada memprotes dari tim Indonesia berkaitan laser.

Hamka mengharap publik tidak mencela beberapa pemain, sebab mereka ikut tidak inginkan hal tersebut (kalah) berlangsung. “timnas mana sih yang tidak ingin juara, kesempatan kami besar pada saat itu,” tegas Hamka Hamzah.